Happy Birthday Bie

 
Namanya Syariful anam, kelahiran jepara 30 Agustus 22 tahun yang lalu. hari ini tepat 22 tahun dia dilahirkan di dunia ini.
Untuk ulang tahunnya tahun ini aku gak punya ide ngasih dia sesuatu yang aneh-aneh kayak tahun kemarin, cukup ngasih benda yang bisa melindungi dia. hehehe

Happy Birthday Bie Sayank
Semoga di umur yang ke-22 ini semakin barokah, tambah dewasa, gak menangan dewe dan masih banyak lagi dech doa yang kuucapkan untukmu










Pantai Gesing


 Selamat malem.....
Hoammm ngantug beud ne, tapi tadi aku dah sempet ngedit foto2 perjalananku and temen2Q ke Pantai Gesing dan makan2. Ini nech penampakannya
Hari itu tanggal 18 Agustus 2013 adalah ulang Tahun Evi ne teman2, setelah malem2 dia kita kasih surprise Roti kemudian paginya kita masak-masak.
Ini nech Penampakan Evi dan sang kekasihnya Dani. xixixixi :)
Selamat ulang tahun sayank!!!
 Ini menu makan paginya, eitss makan siang denk kan udah jam 12 tuh kita baru mulai makan dengan menu : Nasi, Tempe goreng, sayur kangkung, sayur buncis, ikan asinnya 2 macem, krupuk, sambel dan minumnya es sirup.

menu makan pagi + siang
 Aku kebagian jadi tukang foto, dari yang pake baju putih itu mb trias, Dea, Rida, evi dan yang cowok pake kaos merah Anam dan Dani
Narsis dulu sebelum makan


serbuuuuuuuuuuuuu

Belum pada mandi nee

MENU

Sendok yang banyak ya,,,
Porsi capa nech???

Selesai makan kita langsung cabut ke pantai Gesing dan ke rumah mbak Trias. tapi kali ini Dea gak ikut kesana karena dia kudu mempersiapkan OSPEK.





  




  





Menu makan malam






menu makan pagi dan makan malam
Lomba minum air kelapa





DIRGAHAYU INDONESIAKU

DIRGAHAYU INDONESIAKU YANG KE-68 
I WILL ALWAYS LOVE YOU
TEMA :
Mari kita jaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi kita guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Namaku Ainun aku dilahirkan di negriku indonesia 23 tahun yang lalu. walau bagaimanapun keadaan negriku saat ini aku masih tetap mencintainya dengan setulus hatiku.
Namaku Ainun saat ini aku kuliah di UCY pada jurusan PKN, entah kenapa disitu aku benar-benar meresapi rasa Nasionalisme itu.
Kalo pas tanggal 17 Agustus gini aku jadi inget pas waktu itu aku kepilih ikut jadi PASKRIBRAKA wuihhh dag dig dug banget pas waktu itu.


Keren, Jalanan Portugal Ditutup Payung Terbang Warna-warni



Negara-negara di Eropa memang merupakan kawasan negara yang memiliki keindahan tradisi dan budaya yang luar biasa. Dengan gaya klasik ala Barat yang romantis, membuat kita ingin ke sana suatu hari nanti.
Salah satu negara yang memiliki tradisi unik adalah Portugal. Negara yang pernah menduduki Indonesia dan masih menyisakan berbagai kenangan antik ini punya sebuah acara tahunan yang akan bikin kita jatuh cinta.
(c) laughingsquid(c) laughingsquid
(c) laughingsquid(c) laughingsquid
Ada sebuah jalan bernama Agueda, di negara tersebut, yang setiap bulan Juli akan menarik perhatian. Hal ini karena jalanan tersebut ditutup oleh payung-payung warna-warni.
Payung-payung ini disusun dan digantung di atas jalan. Kesannya seperti payung warna-warni yang beterbangan, membuat Anda akan menikmati perjalanan Anda menyusuri jalanan tersebut.
(c) laughingsquid
Agueda sendiri adalah jalanan yang dipenuhi pertokoan dan merupakan salah satu kawasan shopping yang terkenal di sana. Jadi saat berbelanja di bulan Juli, akan ada sensasi tersendiri dengan kawalan payung-payung lucu ini.
(c) laughingsquid
(c) laughingsquid
ita mungkin tak akan bisa menolak keindahan yang ditawarkan dari konsep unik ini. Namun tidak banyak yang tahu mengenai siapa otak di balik ide brilian membuat jalanan berpayung secantik ini.
Wah, jadi ingin jalan-jalan ke Portugal ya? Tapi ingat, hanya sepanjang bulan Juli. Jadi bila ingin melihat payung-payung ini, datang lagi tahun depan.

Pangestu Batik

Selamat malam,,,,
huftt udah lama sekali aku nggak posting tulisan gak penting ku. yah sejak aku mulai masuk kerja parttime di pangestu batik bulan maret kemaren, terus bulan juni kemaren di teruskan dengan KKN hufttt emang sibuk sekali. dan harus kalian tau hari ini hari terakhirku di pangestu makanya langsung dech aq update ni postingan. ini nech beberapa foto2 narsisku di pangestu batik xixixixi,,,,,




maaf lahir batin ya

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1433 H
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Mari Kita Jaga Bahasa Dan Huruf Jawa Dari Kepunahan


Di saat ini banyak sekali anak-anak muda jawa yang sudah melupakan bahasa jawa secara arti dan penggunaannya, walaupun itu adalah anak djogdja sekalipun, terutama yang tinggal di perkotaan, mayoritas sudah menggunakan bahasa indonesia, misalnya mereka menggunakan bahasa jawa pun tingkat bahasa jawa “ngoko” atau bahasa jawa di tingkat dasar yang kurang sopan santunnya untuk digunakan berbicara kepada orang yang lebih tua. dan kita patut prihatin kepada anak-anak muda  yang asli jawa tetapi tidak bisa berbahasa jawa sama sekali dikarenakan lingkungan dan orang tua yang tidak mengejarkan kepada mereka tentang bahasa leluhurnya dan malah dilatih sejak bayi menggunakan bahasa indonesia, tidak salah memang mengajarkan bahasa indonesia, tapi  setidaknya di imbangi atau di kuatkan pada bahasa jawa yang lebih kaya akan tingkat sopan santunnya saat digunakan.

Berikut tentang sejarah bahasa jawa dan aksara jawa
Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa di Jawa Tengah,Yogyakarta & Jawa Timur. Selain itu, Bahasa Jawa juga digunakan oleh penduduk yang tinggal beberapa daerah lain seperti di Banten terutama kota Serang, kabupaten Serang, kota Cilegon dan kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan Pantai utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, kota Cirebon dan kabupaten Cirebon.
Penyebaran Bahasa Jawa
Penduduk Jawa yang merantau, membuat bahasa Jawa bisa ditemukan di berbagai daerah bahkan di luar negeri. Banyaknya orang Jawa yang merantau ke Malaysia turut membawa bahasa dan kebudayaan Jawa ke Malaysia, sehingga terdapat kawasan pemukiman mereka yang dikenal dengan nama kampung Jawa, padang Jawa. Di samping itu, masyarakat pengguna Bahasa Jawa juga tersebar di berbagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kawasan-kawasan luar Jawa yang didominasi etnis Jawa atau dalam persentase yang cukup signifikan adalah : Lampung (61,9%), Sumatra Utara (32,6%), Jambi (27,6%), Sumatera Selatan (27%). Khusus masyarakat Jawa di Sumatra Utara, mereka merupakan keturunan para kuli kontrak yang dipekerjakan di berbagai wilayah perkebunan tembakau, khususnya di wilayah Deli sehingga kerap disebut sebagai Jawa Deli atau Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera). Sedangkan masyarakat Jawa di daerah lain disebarkan melalui program transmigrasi yang diselenggarakan semenjak zaman penjajahan Belanda.
Selain di kawasan Nusantara, masyarakat Jawa juga ditemukan dalam jumlah besar di Suriname, yang mencapai 15% dari penduduk secara keseluruhan, kemudian di Kaledonia Baru bahkan sampai kawasan Aruba dan Curacao serta Belanda. Sebagian kecil bahkan menyebar ke wilayah Guyana Perancis dan Venezuela. Pengiriman tenaga kerja ke Korea, Hong Kong, serta beberapa negara Timur Tengah juga memperluas wilayah sebar pengguna bahasa ini meskipun belum bisa dipastikan kelestariannya.
Hanacaraka
Hanacaraka atau dikenal dengan nama carakan atau cacarakan (bahasa Sunda) adalah aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan atau pernah digunakan untuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Melayu (Pasar), bahasa Sunda, bahasa Bali, dan bahasa Sasak.
Bentuk hanacaraka yang sekarang dipakai (modern) sudah tetap sejak masa Kesultanan Mataram (abad ke-17) tetapi bentuk cetaknya baru muncul pada abad ke-19. Aksara ini adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “hari”. Aksara Na yang mewakili dua huruf, yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “nabi”. Dengan demikian, terdapat penyingkatan cacah huruf dalam suatu penulisan kata apabila dibandingkan dengan penulisan aksara Latin.
Huruf dasar (aksara nglegena)
Pelat peringatan tua di gardu listrik, menggunakan aksara campuran
Pada aksara Jawa hanacaraka baku terdapat 20 huruf dasar (aksara nglegena), yang biasa diurutkan menjadi suatu “cerita pendek”:
* ha na ca ra ka
* da ta sa wa la
* pa dha ja ya nya
* ma ga ba tha nga
Penggunaan aksara Hanacaraka
Bahasa Jawa dalam huruf Jawa dipakai pada papan nama jalan di Surakarta.
Aksara hanacaraka masih diajarkan di sekolah-sekolah di wilayah berbahasa Jawa sampai sekarang  (Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta), sebagai bagian dari muatan lokal dari kelas 3 hingga kelas 5 SD. Walaupun demikian, penggunaannya dalam surat-surat resmi/penting, surat kabar, televisi, media luar ruang, dan sebagainya sangatlah terbatas dan terdesak oleh penggunaan alfabet Latin yang lebih mudah diakses. Beberapa surat kabar dan majalah lokal memiliki kolom menggunakan aksara Jawa. Penguasaan aksara ini dianggap penting untuk mempelajari naskah-naskah lama, tetapi tidak terlihat usaha untuk menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. Usaha-usaha revivalisasi bersifat simbolik dan tidak fungsional, seperti pada penulisan nama jalan atau kampung. Salah satu penghambatnya adalah tidak adanya usaha ke arah pengembangan ortografi/tipografi aksara ini.
sumber: rangkuman dari berbagai sumber
Sayangnya dijaman sekarang ini anak-anak muda hampir 90 persen sudah tidak tahu dan paham aksara jawa tersebut. mungkin di tahun2 yang akan datang aksara jawa akan menjadi hal yang sangat  susah ditemui dan dibaca.
Bagaimana di daerah anda masing-masing, apakah bahasa daerah masih terjaga dengan baik atau juga sudah mulai terlupakan?


Copyright© All Rights Reserved Ceritakusetelahhujan.blogspot.com